Khutbah Jumuah Pertamaku di Masjid Kampungku
—————————————— Doa (cut)———————————————————————————————-
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Marilah kita meningkatkan iman dan takwa kepada Allah s.w.t. dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Semoga bulan Ramadhan yang telah berlalu menginspirasi kita untuk terus melaksanakan ibadah dan amalan yang mulia sepanjang tahun sampai berjumpa dengan Ramadhan tahun depan, Insyallah.
Dan semoga dengan kehadiran bulan Syawal ini, memotivasi kita untuk terus mematuhi Allah s.w.t. dan tetap istiqamah melaksanakan ibadah dan amalan terpuji yang telak kita laksanakan selama bulan Ramadhan. Semoga amal baik kita ini memperkokoh keimanan dan ketakwaan kita dan pada akhirnya memimpin kita meraih sukses di dunia dan akhirat. Ameen.
Allah s.w.t. berfirman dalam surah Al-Taghaabun ayat 9:
Yang artinya: “(Ingatlah) hari (dimana) Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan, itulah hari dinampakkan kesalahan-kesalahan. Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan beramal saleh, niscaya Allah akan menutupi kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah keberuntungan yang besar.”
Saudara Muslim Rahimakumullah,
Hari ini adalah hari dimana umat Muslim merayakan kesuksesan dan kemenangan. Ini adalah hari dimana Allah telah menjanjikan kesenangan dan kebahagian kepada setiap Muslim yang telah berpuasa selama bulan Ramadan. Rasulullah s.a.w. bersabda:
Yang artinya: “Seseorang yang berpuasa akan mengalami dua jenis kebahagian. Kebahagiaan ketika dia berbuka dan kebahagiaan ketika dia bertemu Tuhannya.” Hadith Imam Muslim
Hari ini adalah hari dimana kita mengekspresikan rasa terima kasih yang mendalam atas segala karunia yang kita terima dari Allah s.w.t. dengan membaca takbir dan tahmid. Hal ini sesuai dengan surah Al-Baqarah ayat 185, dimana Allah berfirman:
Yang artinya: “Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya (berpuasa) dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”
Jamaah Jumuah yang berbahagia,
Sembari kita merayakan kedatangan hari raya Eidul Fitri, marilah kita sejenak merefleksikan pandangan kita terhadap bulan Ramadhan sebagai bulan yang penuh dengan kebaikan dan kemuliaan.
Pada umumnya, Pandangan Muslim terhadap nilai peribadahan di bulan Ramadhan, dapat dibagi menjadi dua kategori.
Pertama – Mereka yang memosisikan bulan Ramadhan sebagai berakhirnya musim kebaikan dan peribadahan dalam setahun. Untuk golongan pertama ini, beberapa hari terakhir bulan Ramadhan dipandang sebagai garis akhir dari perlombaan untuk mendapatkan ganjaran dari Allah SWT.
Semakin dekat dengan garis akhir, mereka semakin bersemangat untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas amal baik mereka. Tetapi, saat Ramadan telah usai, musim untuk berlomba-lomba mengejar kebaikan berakhir dengan datangnya perayaan hari Eidul Fitri.
Kedua – Mereka yang melihat bulan Ramadhan sebagai tahapan dari sebuah proses yang berkesinambungan untuk meningkatkan kualitas diri (continuous self-improvement). Untuk golongan kedua ini, bulan Ramadhan adalah sebuah periode untuk membersihkan jiwa dan memperkuat keimanan, sebelum melanjutkan perjalanan hidup.
Setiap pencapaian selama bulan Ramadhan menjadi katalis untuk lebih banyak berbuat baik selama setahun penuh, sampai mereka berjumpa dengan Ramadhan berikutnya.
Golongan kedua ini, saudaraku muslim, adalah apa yang dipraktekkan oleh junjungan kita, Rasulullah s.a.w. Beliau tidak pernah menghentikan aktivitas amal terbaik dan mengabdikan seluruh waktunya untuk kebaikan bahkan setelah Ramadhan telah usai.
Kontribusi mulia yang dilakukan oleh Nabi Muhammad s.a.w. terhadap umat tidak pernah berhenti dengan kedatangan bulan Syawal dan tetap dilaksanakan dengan banyak kemurahan hati. Rasulullah s.a.w. tetap melanjutkan perjuangan dengan sungguh-sungguh untuk lebih mendekatkan dan menjaga kedekatan kepada Allah s.w.t. Dengan demikian, perbuatan baik tidak berhenti saat adzan Maghrib prayer berkumandang pada hari terakhir bulan Ramadhan. Hal ini karena, Nabi s.a.w. dan sahabat-nya r.a. tidak pernah menganggap berakhirnya bulan Ramadhan sebagai akhir dari perlombanan singkat menuju Allah s.w.t. Bahkan, bulan Ramadhan dipersepsikan sebagai pit-stop bagi mereka untuk mengumpulkan energi dan me-refresh semangat mereka untuk tetap menjalankan kebaikan di bulan-bulan mendatang dengan lebih baik dan istiqamah.
Jamaah Jumuah yang berbahagia,
Dengan festival Eidul Fitri yang tengah berlangsung dan kita rayakan dengan iman dan takwa, dengan kebahagian dan rasa syukur, marilah kita secara jujur mengevaluasi diri.
Di antara dua golongan orang tersebut, dimanakah kita termasuk/berada?
Karakter seperti apa yang kita perlu bangun dan bentuk sebagai bagian dari identitas kita?
Bentuk spiritualitas apa yang seharusnya telah kita bangun dari Ramadhan sebelumnya?
Saudaraku muslim,
Tentunya, jauh didalam lubuk hati kita, kita tidak ingin setiap kebaikan yang kita lakukan berhenti dengan selesainya bulan Ramadhan yang mulia. Oleh karena itu, kita harus melanjutkan perjuangan kita untuk memupuk dan merawat jiwa kita dengan iman dan kecintaan untuk melaksanakan amal baik. Marilah kita jaga antusiasme ibadah kita di bulan Ramadhan sepanjang tahun, dengan menularkan semangat tersebut ke dalam komunitas kita dan keluarga kita.
Bulan Ramadhan mendemostrasikan potensi komunitas kita untuk menjadi komunitas yang penuh dengan kesadaran dan kepedulian akan kesukaran yang dihadapi oleh orang lain. Hal ini telah dapat dilihat dari berbagai aktivitas sukarela yang diorganisir selama bulan Ramadhan.
Bulan Ramadhan juga telah menunjukkan kemampuan kita untuk meningkatkan ibadah kita, amal baik kita, dan kerja keras kita sembari berjuang untuk tetap survive didunia yang fana ini. Hal ini menunjukkan kepada kita, bahwa kita mampu untuk melanjutkan amalan yang terbaik bahkan setelah berakhirnya bulan Ramadhan. Marilah kita jaga sholat malam kita, marilah kita jaga lidah dan hati kita untuk tetap basah dengan dzikir, marilah kita isi dan asah otak kita dengan pengetahuan dan ilmu tentang agama dan pelajaran dari Quran yang mulia, dan marilah kita tetap berjuang mempertahankan hidup dengan tetap bekerja keras dan kejujuran karena Allah s.wt.
Lanjutkanlah perjuangan ini bahkan dalam kuantitas yang sangat kecil sekalipun. Nabi Muhammad s.a.w. bersabda: “Amalan yang paling baik adalah amalan yang konsisten/istiqamah” Hadith Imam Bukhari dan Imam Muslim.
Semoga kita diberikan kekuatan oleh Allah untuk melanjutkan pengabdian kita dan mematuhi Allah secara konsisten dan menjadi hamba yang pandai bersukur bahkan setelah bulan Ramadhan telah berlalu. Menjadi hamba yang menjadikan bulan Ramadhan sebagai sarana untuk mendekat dan menjaga keterdekatan dengan Allah s.wt. Dan semoga kita semua termasuk diantara hamba-hamba-Nya yang sukses didunia dan di akhirat. Ameen.
—————————————— Doa (cut)———————————————————————————————-



Salam Pak Danu,
saya mahasiswa SI, sedang blog walking. Senang rasanya akhirnya blognya Pak Danu update (ada posting baru). Saya pasang blognya di blogroll saya ya Pak. Terima kasih.
oke, thank you ya
wah.. Pak Danu jadi Khotib ya (baru tahu).. subhanallah..
Wah, saya msh perlu bnyk bljr kok.. Msh belepotan.. Smg bisa bermanfaat materinya.. Inshallah.. Makasih ya
Saya juga senang Pak Danu akhirnya berani Khutbah Jum’at..semoga barokah.amiin
Amien.. Matur nuwun mas.. Tp msh dangkal ini, perlu bnyk membaca